Pages

Sunday, 28 October 2012

Rumah Tua Jalan Mawar Bagian 1

Pak Tarno merapatkan jaketnya. Hawa dingin terasa menusuk tulangnya yang sudah tua. Jam tangan keluaran tahun 90-an menunjukkan jam satu pagi. Lelaki tua itu mendorong gerobak yang ia gunakan untuk menjual kacang menuju ke rumahnya.

Jalan Mawar terlihat lengang. Tak ada orang yang lalu lalang. Kendaraanpun tak satupun yang terlihat. Jalan yang merupakan arah dari alun-alun kota Jember menuju kota Bondowoso itu nampak kelam. Hanya sinar lampu pijar yang tanpa lelah menerangi badan jalan.

Pak Tarno merasakan malam itu lain daripada biasanya. Lebih dingin dan sedikit membuat bulu kuduknya meremang. Benar-benar berbeda. Semalam ia tak pernah merasakan seperti itu. Sekarang ia merasa ada perasaan was-was yang kemudian menjadi rasa takut yang kian menusuk ulu hatinya.

Perasaan Pak Tarno semakin kacau. Apalagi saat langkah kakinya mendekati rumah tua di ujung jalan. Sebenarnya rumah itu sudah terbiasa ia lewati setiap malam. Tapi ia tak tahu mengapa perasaanya saat itu lain daripada biasanya.

"Pak!"

Pak Tarno kaget. Ada suara yang memanggilnya. Suara itu muncul dari balik pagar rumah tua. Kedengarannya seperti suara wanita.

Pak Tarno berhenti. Ia menoleh ke asal suara. Namun ia tak menemukan apa-apa. Dipandangnya berkeliling. Tak ada orang sama sekali. Karena tak menemukan siapa-siapa, Pak Tarno bergegas mendorong gerobaknya lagi.

Namun, baru 2 langkah berjalan, terdengar lagi suara memanggilnya, "Pak!"

Pak Tarno sontak menoleh ke arah datangnya suara. Pak Tarno kaget bukan kepalang. Tepat dari arah datangnya suara ada kepala sedang menyeringai ke arahnya. Kepala yang berwajah wanita dengan rambut awut-awutan itu terlihat pucat dengan bola mata yang hampir keluar sedang bertengger di pagar tembok rumah tua.

Tanpa pikir panjang, Pak Tarno segera berpaling dan mendorong gerobaknya cepat-cepat. Ia tak mau menoleh lagi. Jantungnya berdegup kencang. Napasnya terengah-engah. Dengan sekuat tenaga ia terus berlari menuju rumahnya.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment